Jilbab, Syari'ah dan Konstitusi

  • 0
Sikap Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) yang masih kukuh untuk menunda izin berjilbab bagi polisi wanita (polwan) saat ini menjadi sorotan banyak pihak. Bagaimana tidak, penundaan izin berjilbab bagi polwan ini dinilai tidak beralasan. Jika dikatakan alasannya adalah anggaran, para anggota DPR di Senayan sepakat untuk mempercepat pencairan anggarannya. Jika alasannya adalah optimalisasi kerja polwan yang terganggu dengan penggunaan jilbab, maka alasan ini pun terbantahkan dengan tidak menurunnya kinerja polwan-polwan di Aceh yang saat ini telah mengenakan jilbab dalam melaksanakan tugasnya. Sebaliknya penggunaan jilbab bagi polwan dapat meningkatkan kinerja mereka, karena dengan jilbab polwan akan semakin dihargai di masyarakat, lebih santun dan lebih humanis. 

Sesungguhnya perintah mengenakan jilbab bagi muslimah (termasuk polwan) ini sudah sangat jelas. Allah SWT berfirman dalam surat An Nur ayat 31


Dan katakanlah kepada ara perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka,...
An Nur ayat 31 

Juga pada surat Al Ahzab ayat 59

Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. 
Al Ahzab ayat 59


Semua ulama salaf tidak ada yang berbeda pendapat mengenai ketentuan berhijab yang diambil dari kitab suci Al Qur'an, kitab yang diimani oleh mayoritas masyarakat Indonesia termasuk kepolisian tentunya. Dengan begitu kita sepakat bahwa penggunaan jilbab adalah kewajiban bagi setiap muslimah termasuk polwan yang beragama muslim di dalamnya, dan akan berdosa apabila meninggalkannya. Akan lebih berdosa lagi bagi para pihak terkait yang melarang penggunaan jilbab bagi para muslimah tersebut.

Berbicara mengenai peraturan di Polri sebagai salah satu aparatur negara, tentu erat kaitannya dengan konstitusi. Sebagai negara yang menganut paham konstitusionalisme, Indonesia telah memasukkan hal-hal mengenai HAM ke dalam UUD 1945, aparat negara tentu paham sekali dengan apa itu Hak Asasi Manusia (HAM). Konstitusionalisme dan HAM merupakan dua istilah yang satu sama lain memiliki keterkaitan erat. Konstitusionalisme merupakan paham yang lahir dari perjuangan melawan kekuasaan absolut dan otoriter yang menindas hak asasi manusia. Karenanya paham ini berisikan gagasan mengenai peraturan dan pembatasan kekuasaan.

Dalam perkembangan ilmu mengenai HAM, terdapat dua pengelompokan hak asasi manusia, yaitu derogable rights dan non-derogable rights. Derogable rights hak-hak yang boleh dikurangi atau dibatasi pemenuhannya oleh negara. Hak-hak yang termasuk dalam jenis ini adalah hak atas kebebasan berkumpul secara damai, hak atas kebebasan berserikat, dan hak atas kebebasan menyatakan pendapat. Sementara non-derogable rights adalah hak-hak yang bersifat absolut yang tidak boleh dikurang-kurangi pemenuhannya oleh negara. Hak-hak yang termasuk dalam jenis ini telah dirumuskan dalam UUD 1945 pasal 28 I ayat (1) yang berbunyi,

Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sabagai pribadi di hadapan umum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun
Dengan demikian pemakain jilbab bagi polwan yang termasuk ke dalam hak beragama termasuk ke dalam non-derogable rights yang mana negara tidak boleh mengurangi pemenuhannya. Ini juga yang menjadi alasan apabila kita melihat negara-negara Eropa yang telah menjunjung tinggi HAM, kita akan menemukan polwan-polwan Muslimah di sana dapat mengenakan jilbab saat bertugas.


Polri sebagai institusi penegak hukum sudah seharusnya dapat menjalankan amanat konstitusi tersebut. Karena bagaimana mungkin mereka dapat menegakkan hukum dan melindungi hak asasi manusia bagi warga negara apabila mereka sendiri telah melanggarnya di lingkungan internal kepolisian.

1 Oktober 2013 (Hari Kesaktian Pancasila)

  • 0
Siang ini seperti siang-siang lainnya tidak ada yang spesial. Tembalang masih panas seperti biasanya, setelah selesai segala urusan di kampus, saya langsung kembali ke kontrakan, Al Bayt. Apalagi kalau bukan cucian yang membuat saya menyegerakan untuk pulang ke kontrakan di tengah kesibukan aktivitas kampus mulai dari akademik sampai non akademik, mulai dari kuliah sampai merapat di rapat-rapat.
Sesampainya di Al Bayt saya langsung berkutat dengan cucian yang sudah menunggu, beberapa menit kemudian datang Papi, anak ibu kontrakan. Ia datang meminta mengaji, akhirnya acara cuci mencucinya harus ditunda dulu.
Setelah ngajarin Papi ngaji, saya iseng-iseng nanya ke Papi, “Pi, tadi kamu upacara ga di sekolah?”, “Upacara dong mas! Mas ndak upacara toh?” dengan suaranya yang beraksen jawa sekali dia balik bertanya. “Haha, upacara kok, tapi guru-gurunya doang, mas sih ga ikut upacara. Oh iya tadi emang upacara memperingati apa?”. “Memperingati hari kesaktian Pancasila mas” jawab Papi. Lalu saya iseng lagi bertanya sama Papi, “Loh emang Pancasila sakti gimana?”, “mmm, sakti bisa menyatukan bangsa Indonesia mas” jawab Papi polos. Dari jawaban Papi saya lalu menyimpulkan kalo dia sudah mengikuti upacara dengan baik, mungkin kata-kata itu dia dapat dari pidato pembina upacara.
Setelah itu Papi seperti biasa membujuk supaya bisa pinjem laptop saya, tapi karena hari ini bukan hari libur saya ga kasi pinjem deh, akhirnya saya kasi kertas sama pulpen buat dia gambar. Sambil nemenin dia gambar saya tidur-tiduran, dan karena (mungkin) saya lelah akhirnya saya ketiduran beneran sampai jam setengah lima sore (padahal ada kuliah jam 4 -_-‘). Saat bangun saya panik karena melihat jam sudah pukul 16.29. Papi sudah tidak ada di samping saya, yang ada hanya kertas yang tadi dia gambar, saya ambil kertas itu lalu saya perhatikan gambarnya. Ada gambar burung Garuda dan makhluk-makhluk lainnya. Dan ada tulisan Burung Garuda VS Banteng Berduri VS Rumput Laut Duyung VS Ular Naga. Wah, ini si Papi habis main games berantem ya, pikir saya dalam hati. Eh tapi tunggu dulu, setelah saya perhatikan lagi tulisannya Burung Garuda VS Banteng Berduri, Rumput Laut, Ular Naga. Waduh ini sih keroyokan namanya, pikir saya lagi. Lalu saya mengingat percakapan saya dengan Papi siang tadi mengenai kesaktian Pancasila. Apa mungkin maksudnya Papi dari gambarnya adalah kesaktian Pancasila dalam hal ini burung Garuda melawan makhluk-makhluk lain, padahal dia baru kelas 6 SD tapi masa sudah berpikiran ke situ, atau memang anak SD jaman sekarang sudah sangat kritis ya. Terlepas dari gambar makhluk-makhluk yang ada di gambarnya yang mirip dengan makhluk-makhluk di film legenda salah satu stasiun TV nasional (baca: Indosiar), gambarnya ini menginspirasi saya untuk menuliskan satu buah tulisan tentang kesaktian Pancasila. Pokoknya besok saya harus nulis tentang itu. Menulis tentang Pancasila yang sedang dikeroyok. Fix!

Benarkah Krisis Multidimensi?

  • 0
Dunia berduka, ketika lebih dari seratus masa pro presiden Mursi gugur di tangan para tentara negerinya sendiri. Peristiwa yang terjadi belum lama itu mengingatkan kita kembali bahwa saat ini Mesir sedang mengalami krisis multidimensi setelah jatuhnya presiden Mursi di tangan militer. Menengok ke utara mesir, ada suriah yang juga sedang mengalami krisis multidimensi, di mana rezim pemerintahan Bashar Al Assad terus membantai penduduknya sendiri hanya demi kekuasaan, ada yang bilang itu adalah pertempuran antara Syiah (Rezim Bashar Al Assad) dengan Sunni (Oposisi). Ada juga yang bilang di sana adalah pertempuran antara kepentingan Barat (USA, Eropa) yang membela oposisi dengan Timur (Rusia, China, Iran) yang membela pemerintahan Bashar Al Assad. Lalu jauh di timur, ada etnis Rohingya yang kehilangan tempat tinggal akibat pengusiran dan pembantaian yang dilakukan oleh kelompok budha yang dipimpin oleh biksu radikal Ashin Wirathu. Banyak pendapat mengenai penyebab pengusiran itu, mulai dari motif ekonomi, budaya maupun agama. Di negeri kita sendiri Indonesia, banyak permasalahan-permasalahan maupun konflik-konflik yang terjadi karena beragam faktor.
 
Semua hal di atas adalah peristiwa yang terjadi saat ini di dunia ini. Semuanya seakan mengeroyok akal pikiran kita, membuat kita pusing untuk menentukan mana pihak yang benar dan mana pihak yang salah, dan harus bagaimana menyelesaikannya. Atau bahkan malah menyebabkan kita berpikir bahwa semuanya terlalu rumit untuk diselesaikan dan lebih baik kita bersikap "wait and see" saja, bisikan-bisikan setan pun masuk ke pikiran kita, "sudah tidak usah ikut campur urusan Negara orang, urus saja Negaramu" , bisikan-bisikan semacam itu biasanya menyerang kita yang sedang bingung melihat keadaan saat ini, jika kita memiliki pemikiran seperti itu sebenarnya sah-sah saja apalagi dalam bingkai nasionalisme di mana di sana ada sekat-sekat Negara. Namun kita hidup tentunya memiliki ideologi atau keyakinan yang kita tempatkan di atas nasionalisme yaitu agama, dan dalam agama kita diperintahkan untuk peduli kepada sesama muslim.
 
“Perumpamaan orang Islam yang saling mengasihi dan mencintai satu sama lain adalah ibarat satu tubuh,
Jika salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasa sakit dan tidak bisa tidur “ (H.R Bukhari)
 
Kembali lagi ke permaslahan konflik yang terjadi di berbagai negara-negara yang tadi disebutkan. Benarkah yang terjadi pada Negara-Negara tersebut adalah krisis multidimensi seperti yang banyak diberitakan media masa?
 
Krisis multidimensi seperti kita tahu adalah suatu keadaan di mana Negara mengalami permasalahan dalam banyak sektor seperti politik, ekonomi, sosial dan lain-lainnya. Krisis yang terjadi pada semua sektor tersebut terjadi bersamaan sehingga disebut krisis multidimensi.
 
Jika kita melihat ke Negara-Negara tersebut sekilas memang benar yang terjadi adalah krisis multidimensi, namun jika kita perhatikan lebih dalam setiap krisis yang terjadi di banyak Negara tersebut bukan krisis yang terjadi karena faktor ekonomi, faktor sosial atau faktor politik. Krisis-krisis tersebut terjadi murni karena alasan akidah. Musuh-musuh kaum mukmin sengaja mengibarkan bendera-bendera di luar akidah sebagai kedok. Bisa berupa bendera politik, ekonomi atau etnis. Tujuannya jelas, untuk mengelabui kaum mukmin akan motif perseturuan yang sebenarnya, dan untuk memadamkan gelora akidah dalam jiwa mereka.
 
Yang perlu kita tahu, ini bukanlah perseturuan politik, tidak pula ekonomi ataupun budaya. Seandainya hal-hal ini yang menjadi penyebab perseturuan tentu sangat mudah sekali untuk mengatasinya. Rasulullah pun pernah ditawari berbagai kekuasaan dan kesenangan dunia hanya agar ia meninggalkan satu hal, akidah. Jika Rasul menerima tawaran tersebut tentu tidak akan ada konflik sama sekali. Konflik antara kaum mukmin dan kaum musyrik merupakan perseturuan akidah. Dalam Al Quran dikatakan
 
Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji (Q.S Al Buruj: 8)
Demikianlah Al Quran menerangkan kepada kita, semoga kita bisa menjadi manusia yang dapat membedakan mana yang Haq dan mana yang Batil. Sungguh benarlah Allah yang maha tinggi.

Upgrading KAMMI

  • 0
Selasa, 18 Juni 2013
PK KAMMI Fakultas Teknik Undip mengadakan acara upgrading bagi pengurus-pengurus KAMMI FT. Acara ini dilaksanakan di objek wisata "Grojogan Sewu" Tawangmangu. Pada upgrading ini para pengurus dapat saling sharing dan saling mengevaluasi mengenai kinerja KAMMI FT selama ini. Dengan adanya acara ini diharapkan ukhuwah di antara pengurus KAMMI akan semakin terjalin. 
Saya sebagai salah satu peserta pun merasakan bahwa ukhuwah itu semakin terjalin setelah mengikuti acara ini :)
Berikut adalah beberapa foto acara upgrading yang saya ambil 

Objek Wisata Grojogan Sewu
Di objek wisata Grojogan Sewu anda akan menemukan banyak sekali monyet. Sekedar tips, berhati-hatilah dengan barang bawaan anda terutama makanan, karena monyet-monyet ini tidak malu-malu untuk merebutnya dari anda.
Salah satu kasusnya adalah teman saya Wildan yang keluar mobil membawa sekantong pisang molen, begitu keluar ia langsung disambut monyet-monyet ini dan tidak berdaya ketika pisang molennya direbut.

Menikmati Hasil Jarahan
Kakom aja ga berani 
Tapi ternyata monyet-monyet ini juga bagus dijadikan objek foto

Monyet Bergaya
Kejadian berikutnya setelah foto di atas diambil adalah, monyet yang melihat ke kamera berusaha merebut kamera (yang mungkin dia sangka makanan) dan sang fotografer (baca: saya) lari tunggang langgang

Peserta Upgrading
Mas Rahmat dan para penerus bangsa

Saya bersama salah satu artis Indosiar "Siluman Ular Sanca"
Yang ini adalah bapak yang menawarkan jasa foto. Kata beliau sekarang yang minta foto sudah sedikit karena orang-orang sudah banyak yang punya hape berkamera, "tidak seperti dulu" katanya. Saya ingat memang dulu tahun 90-an ketika saya masih kecil, jasa foto seperti ini sangat laris.
Di foto ini dia sedang bersama cucunya memancing di jembatan sambil menunggu pelanggan.

Jasa Foto
Penasaran bagaimana air terjunnya, ini dia! taraaa

Mas Fatih terpesona
MasyaAllah, keren kan?!
Oke, gimana, keren kan? Tempat ini saya rekomendasikan untuk kalian yang mencari objek wisata alam yang masih terawat. Terakhir mari kita lestarikan alam kita supaya nanti anak cucu kita masih bisa menikmati keindahan yang seperti ini. ;)

Aksi Refleksi 15 Tahun Reformasi KAMMI Semarang

  • 0
Selasa (21/05), KAMMI Daerah Semarang melakukan aksi peringatan 15 tahun reformasi. Aksi yang digelar di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah ini diikuti oleh Pengurus KAMMI dari berbagai perguruan tinggi di Semarang di antaranya, Undip, Unnes dan Polines.
Aksi diawali dengan melakukan orasi di sekitar jalan pemuda. Kemudian dilanjutkan dengan berjalan ke kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah. Di sana kembali digelar orasi dan juga teatrikal. Selain itu ada juga pembacaan puisi yang dibawakan oleh salah satu peserta aksi. Di tengah jalannya aksi sempat terjadi ketegangan antara para peserta aksi dengan petugas keamanan karena para peserta aksi tidak diperkenankan masuk ke kantor gubernur Jawa Tengah. Ketegangan baru mereda saat beberapa perwakilan peserta aksi diperkenankan masuk untuk menemui anggota DPRD, namun sayangnya tidak ada satu pun anggota DPRD yang berada di dalam kantornya.
Dalam aksinya kali ini, KAMMI daerah Semarang memiliki 15 tuntutan yang ditujukan pada pemerintah. Yaitu:
  1. Tolak kapitalisasi dan liberalisasi pendidikan
  2. Pendidikan gratis sampai perguruan tinggi
  3. Tolak kenaikan harga BBM
  4. Tuntaskan kasus KKN
  5. Wujudkan kesejahteraan rakyat terutama buruh petani dan nelayan khusunya di Jawa Tengah
  6. Wujudkan kebijakan energi dan migas untuk kepentingan rakyat bukan kepentingan asing
  7. Pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia
  8. Wujudkan penegakkan hukum yang adil seadil-adilnya
  9. Melawan lupa untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM
  10. Melestarikan, mengembangkan budaya bangsa sebagai aset dan kekayaan bangsa

Muktamar Khilafah 2013

  • 0
Hati bergetar begitu melihat stadion Jati Diri Semarang tempat berlangsungnya Muktamar Khilafah 2013 Jawa Tengah penuh dengan panji-panji Islam. Al Liwa Ar Roya berkibar dengan gagah di depan stadion. Melihatnya bisa membuat saya semakin bergetar karena membayangkan bahwa khilafah itu telah tegak di bumi ini, seperti berkibarnya kedua bendera tersebut.
Begitu acara dimulai pun rasa itu semakin menjadi-jadi, senang, bangga, sedih, malu, terharu, semangat, semuanya bercampur aduk. Setiap kali pembawa acara memekikan takbir, saat itu pula menetes air mata. Semoga khilafah segera tegak, menyatukan umat dari segala perpecahan. Allahuakbar!















Soft Launch of DesiqnWork

  • 0


Every people have a dream, no matter who it is. Me too, I have a dream too. My dream is being a useful person who can help every people. To make my dream come true, I must realize my skill, I think I just have a little skill on a design graphic, so I decide to make this enterprise, DesiqnWork (DW) which concern on graphical design. On DW I hope I can develop my skill and on the other hand I can help you to make some design. So if you have a problem on make a design graphic, such as banner, poster, 3D model, video making or anything else you can contact me. Its a pleasure for me to work with you. Last but not least, if you want to see my works, just click this.

sincerely,
Muhammad Iqna Syarhuddin